logo
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Aenean feugiat dictum lacus, ut hendrerit mi pulvinar vel. Fusce id nibh

Mobile Marketing

Pay Per Click (PPC) Management

Conversion Rate Optimization

Email Marketing

Online Presence Analysis

Fell Free To contact Us
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Aenean feugiat dictum lacus

1-677-124-44227

info@your business.com

184 Main Collins Street West Victoria 8007

pendaftaranusmstan@gmail.com

Top

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC)

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC)

Adik-adik, sudah kenal dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC)? Sudah tau peran, tugas, dan fungsinya? Yuk simak penjelasan dibawah ini.

Salah satu unit eselon I yang keberadaannya amat esensial bagi negara dan memiliki peran yang cukup penting yakni Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) atau yang dikenal dengan Customs. DJBC berperan dalam.

  • Melindungi masyarakat dari masuknya barang-barang berbahaya;
  • Melindungi industri tertentu di dalam negeri dari persaingan yang tidak sehat dengan industri sejenis dari luar negeri;
  • Memberantas penyelundupan;
  • Melaksanakan tugas titipan dari instansi-instansi lain yang berkepentingan dengan lalu lintas barang yang melampaui batas-batas negara;
  • Memungut bea masuk dan pajak dalam rangka impor secara maksimal untuk kepentingan penerimaan keuangan negara.

DJBC berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Keuangan dan dipimpin oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai. Unit ini mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan, penegakan hukum, pelayanan dan optimalisasi penerimaan negara di bidang kepabeanan dan cukai sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Dalam menjalankan tugasnya, DJBC menjalankan fungsi-fungsi sebagai berikut.

  1. Perumusan kebijakan di bidang penegakan hukum, pelayanan dan pengawasan, optimalisasi penerimaan negara di bidang kepabeanan dan cukai;
  2. Pelaksanaan kebijakan di bidang pengawasan, penegakan hukum, pelayanan dan optimalisasi penerimaan negara di bidang kepabeanan dan cukai;
  3. Penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang pengawasan, penegakan hukum, pelayanan dan optimalisasi penerimaan negara di bidang kepabeanan dan cukai;
  4. Pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang pengawasan, penegakan hukum, pelayanan dan optimalisasi penerimaan negara di bidang kepabeanan dan cukai;
  5. Pelaksanaan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang pengawasan, penegakan hukum, pelayanan dan optimalisasi penenmaan negara di bidang kepabeanan dan cukai;
  6. Pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai; dan
  7. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri Keuangan.

Secara struktural, berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 234/PMK.01/2015 susunan organisasi DJBC terdiri dari.

  1. Sekretariat Direktorat Jenderal;
  2. Direktorat Teknis Kepabeanan;
  3. Direktorat Fasilitas Kepabeanan;
  4. Direktorat Teknis dan Fasilitas Cukai;
  5. Direktorat Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga;
  6. Direktorat Keberatan Banding dan Peraturan;
  7. Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai;
  8. Direktorat Kepatuhan Internal;
  9. Direktorat Audit Kepabeanan dan Cukai;
  10. Direktorat Penindakan Dan Penyidikan;
  11. Direktorat Penerimaan dan Perencanaan Strategis.

Disamping jabatan-jabatan di atas, terdapat juga 3 (tiga) pejabat “Tenaga Pengkaji”, antara lain.

  1. Tenaga Pengkaji Bidang Pengembangan Kapasitas dan Kinerja Organisasi;
  2. Tenaga Pengkaji Bidang Pengawasan dan Penegakan Hukum Kepabeanan dan Cukai;
  3. Tenaga Pengkaji Bidang Pelayanan dan Penerimaan Kepabeanan dan Cukai.

Sedangkan secara vertikal berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 206.3/PMK.01/2014, susunan unit vertical DJBC terdiri dari tiga unit kantor pelayanan utama yang terdiri dari Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, Tipe B Batam, dan Tipe C Soekarno-Hatta. Selain kantor pelayanan utama juga terdapat 16 unit kantor wilayah yang tersebar didaerah-daerah di Indonesia.

Selain nantinya harus siap ditempatkan dimana saja, adik-adik yang ingin bergabung menjadi bagian dari DJBC harus mempersiapkan fisik dan mental untuk mengikuti Samapta atau diklat dasar yang wajib diikuti semua pegawai baru DJBC.

(dari berbagai sumber dengan beberapa perubahan)

Share
No Comments

Post a Comment