logo
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Aenean feugiat dictum lacus, ut hendrerit mi pulvinar vel. Fusce id nibh

Mobile Marketing

Pay Per Click (PPC) Management

Conversion Rate Optimization

Email Marketing

Online Presence Analysis

Fell Free To contact Us
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Aenean feugiat dictum lacus

1-677-124-44227

info@your business.com

184 Main Collins Street West Victoria 8007

pendaftaranusmstan@gmail.com

Top

Pentingnya Sebuah Komitmen

Pentingnya Sebuah Komitmen

Pada kesempatan kali ini, kakak ingin berbagi cerita tentang kegigihan seorang teman dalam meraih mimpinya untuk dapat berkuliah di kampus PKN STAN.

Namanya Pandu, Jurusan D-III Akuntansi angkatan 2014. Kisahnya bermula dari sebuah keinginan yang sudah ada sejak SMP untuk berkuliah di STAN, tentu karena ingin membahagiakan orang tua dan banyak faktor lainnya termasuk biaya kuliahnya yang disubsidi oleh pemerintah. Bahkan hingga kelas 3 SMA, sedetikpun tak pernah ada pikiran untuk berkuliah di universitas lain, baik negeri atau swasta. Keinginannya hanya satu, kuliah di STAN.

Pandu lulus SMA tahun 2012, yang mana pada tahun tersebut STAN tidak membuka USM sama sekali. Namun dia tidak menyerah begitu saja akan mimpinya. Dia telah memutuskan untuk bekerja dan mempersiapkan diri untuk USM yang akan datang, tetap dia tidak terpikir untuk berkuliah di universitas lain.

Tahun 2013, STAN mulai membuka pendaftaran mahasiwa baru. Pandu berhasil menjadi salah satu peserta USM yang lulus di Tahap I yaitu tes tulis TPA dan TBI. Akan tetapi, dia tidak menjadi salah satu peserta USM yang lulus tes kesehatan dan tes wawancara. Sehingga sekali lagi dia tetap memilih bekerja dan mempersiapkan diri, menunggu selama kurang lebih satu tahun untuk kembali mencoba menjadi mahasiswa STAN. Saat itu dia belajar satu hal, bahwa boleh jadi dia harus menyelaraskan prioritas jurusan yang dipilihnya dengan kondisi fisiknya, tapi itu tidak akan membuatnya menyerah dan tidak mencoba lagi ditahun berikutnya.

Tahun 2014 boleh jadi menjadi kesempatan terakhir Pandu untuk mencoba mengadu nasib, bersaing dengan ribuan peserta USM lainnya demi mendapat satu kursi di kampus STAN. Belajar dari kesalahan tahun lalu, kali ini dia menyelaraskan prioritas jurusan yang dipilihnya dengan kondisi fisiknya. Akuntansi, itulah prioritas utama jurusan yang dipilih Pandu.

Usaha yang dilakukan juga tidak tanggung-tanggung, Pandu nekat berhenti dari pekerjaannya dan fokus berlatih untuk menghadapi USM STAN terutama untuk tes kesehatan. Mengatur pola makan dan berlatih lari setiap pagi dan sore sudah menjadi rutinitasnya.

Hingga pada akhirnya semua terjawab dengan diterimanya Pandu menjadi mahasiswa STAN 2014. Dia tidak pernah melupakan saat-saat itu, saat-saat dimana tangis haru ibu dan ayahnya kala mendengar pengumuman kelulusannya, saat-saat dimana Tuhan menjawab segala doa dan usahanya selama ini. Meski ia sadar bahwa perjuangan sebenarnya adalah saat sudah menempuh pendidikan disini.

Adik-adik, “Boleh jadi kamu adalah seorang pemimpi, tapi jangan lupa bangun untuk mewujudknnya. Jika kamu mencobanya, kamu punya kesempatan untuk menang walau 0,1%. Namun jika kamu melewatkannya, kamu tidak mempunyai kesempatan sama sekali untuk menang.”

Share
No Comments

Post a Comment