logo
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Aenean feugiat dictum lacus, ut hendrerit mi pulvinar vel. Fusce id nibh

Mobile Marketing

Pay Per Click (PPC) Management

Conversion Rate Optimization

Email Marketing

Online Presence Analysis

Fell Free To contact Us
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Aenean feugiat dictum lacus

1-677-124-44227

info@your business.com

184 Main Collins Street West Victoria 8007

pendaftaranusmstan@gmail.com

Top

ARTIKEL

Kamu siswa SMA/sederajat? Mau lanjut kuliah?

Nah, sebelumnya, kamu mesti tahu dulu, apa aja sih jenis-jenis perguruan tinggi yang bisa jadi pilihan kamu untuk melanjutkan pendidikan. Dengan mencari tahu info tersebut, kamu bisa dapat bayangan bagaimana perbedaan di masing-masing jenis perguruan tinggi tersebut. Agar bisa sesuai dengan passion kamu dan sejalan dengan cita-cita can keinginan yang mau kamu capai.

Nah, cek info berikut ini, perbedaan antara PTN vs PTS vs PTK:

  1. Biaya kuliah

PTN:

Biaya kuliah di PTN kini ditentukan oleh tingkat Uang Kuliah Tertulis (UKT) yang diperoleh masing-masing mahasiswa. Dengan sistem UKT, mahasiswa akan membayar biaya pendidikan sesuai dengan tingkat ekonomi orang tua. Ada yang dapat UKT tingkat paling rendah, yang hanya membayar Rp500.000 atau Rp0. Ada yang mendapat UKT dengan level paling tinggi, dengan biaya pendidikan yang mencapai hingga puluhan juta. Sementara itu jika dibandingkan, PTN tentu saja mendapat bantuan dari pemerintah untuk operasionalnya.

 

PTS:

Nah, untuk PTS, ada beberapa yang biayanya lebih murah dibanding PTN. Namun umumnya, biaya kuliah PTS lebih mahal. Hal ini disebabkan kepemilikan swasta sehingga untuk operasional kampus memang dibebankan pada uang kuliah yang dibayar mahasiswa.

 

PTK:

Nah, dari segi jumlah, PTK memang jauh lebih sedikit dibanding PTN dan PTS. Namun PTK langsung dikelola oleh kementerian yang menanunginya. Misalnya nih, STAN yang dinaungi oleh Kemenerian Keuangan, atau IPDN yang dinaungi Kementerian Dalam Negeri. Biaya pendidikan di PTK, hampir semuanya gratis, alias tanpa biaya pendidikan.

 

  1. Beasiswa

PTN:

Di PTN memang lebih banyak beasiswa buat mahasiswanya nih, biasanya penerimaannya per semester ataupun per tahun. Namun untuk mendapat beasiswa tersebut, tentu saja mesti melalui proses seleksi.

 

PTS:

Ada beasiswa di PTS, namun biasanya relatif sedikit.

 

PTK:

PTK memang sudah gratis nih biaya kuliahnya, seperti yang disebut di atas. Nah, biasanya PTK memberikan beasiswa, jika kamu sudah lulus pendidikan di PTK, kamu masih bisa melanjutkan lagi pendidikan selanjutnya dengan beasiswa lho, bahkan hingga keluar negeri.

 

  1. Kecepatan bekerja setelah lulus

PTN:

Lulusan PTN biasanya melalui masa-masa menganggur dulu sebelum mendapat pekerjaan pertamanya. Umumnya ‘masa tunggu’ tersebut sekitar 3 bulan.

 

PTS:

Sama dengan PTN, lulusan PTS memang melalui masa tunggu terlebih dahulu untuk mendapatkan pekerjaan.

 

PTK:

Sesuai dengan namanya, kedinasan. Lulusan PTK ada ikatan dinas, sehingga ketika wisuda lulus, langsung mendapat pekerjaan.

 

  1. Fasilitas

PTN:

Fasilitas umumnya sudah terjamin karena ada standar dari pemerintah.

 

PTS:

Tergantung, kemampuan PTS berbeda-beda. Ada yang lengkap dan bagus, namun ada yang masih kurang.

 

PTK:

Fasilitasnya sudah terjamin, sama dengan PTN. Ada standar dari pemerintah dan kementerian yang berwenang.

 

  1. Staf pengajar

PTN:

Staf pengajar berkualitas.

 

PTS:

Ini kembali lagi ke masing-masing PTS, ada yang staf pengajarnya berkualitas, namun ada juga yang kurang.

 

PTK:

Pengajarnya berkualitas. Bahkan memamng terdiri dari kalanagan akademis, dan profesional sesuai dengan fokus dari PTK tersebut. Misalnya, STAN, banyak dosennya yang berasal dari pegawai lingkungan Kementerian Keuangan.

 

  1. Ujian saringan masuk

PTN:

Ketat. Karena yang masuk PTN banyak.

 

PTS:

Masuk PTS lebih mudah dibanding PTN dan PTK.

 

PTK:

Sangat ketat, terdiri dari beberapa tahap. Hal ini dikarenakan peminat yang begitu banyak dan memang yang dicari benar-benar yang memenuhi kualifikasi. Kenapa peminatnya begitu banyak? Karena keunggulan dari PTK yang juga bagus banget.

 

 

Nah,  itu dia perbandingan PTN, PTS, dan PTK. Dengan info di atas, diharapkan kamu bisa memilih perguruan tinggi yang sesuai dengan kamu, dan juga yang paling memberikan kamu peluang yang bagus di masa depan nih.

Seperti kata pepatah, Tuntulah Ilmu Sampai Ke negeri China… Kejar terus cita-citamu ya…

Pada kesempatan kali ini, kakak ingin berbagi cerita tentang kegigihan seorang teman dalam meraih mimpinya untuk dapat berkuliah di kampus PKN STAN.

Namanya Pandu, Jurusan D-III Akuntansi angkatan 2014. Kisahnya bermula dari sebuah keinginan yang sudah ada sejak SMP untuk berkuliah di STAN, tentu karena ingin membahagiakan orang tua dan banyak faktor lainnya termasuk biaya kuliahnya yang disubsidi oleh pemerintah. Bahkan hingga kelas 3 SMA, sedetikpun tak pernah ada pikiran untuk berkuliah di universitas lain, baik negeri atau swasta. Keinginannya hanya satu, kuliah di STAN.

Pandu lulus SMA tahun 2012, yang mana pada tahun tersebut STAN tidak membuka USM sama sekali. Namun dia tidak menyerah begitu saja akan mimpinya. Dia telah memutuskan untuk bekerja dan mempersiapkan diri untuk USM yang akan datang, tetap dia tidak terpikir untuk berkuliah di universitas lain.

Tahun 2013, STAN mulai membuka pendaftaran mahasiwa baru. Pandu berhasil menjadi salah satu peserta USM yang lulus di Tahap I yaitu tes tulis TPA dan TBI. Akan tetapi, dia tidak menjadi salah satu peserta USM yang lulus tes kesehatan dan tes wawancara. Sehingga sekali lagi dia tetap memilih bekerja dan mempersiapkan diri, menunggu selama kurang lebih satu tahun untuk kembali mencoba menjadi mahasiswa STAN. Saat itu dia belajar satu hal, bahwa boleh jadi dia harus menyelaraskan prioritas jurusan yang dipilihnya dengan kondisi fisiknya, tapi itu tidak akan membuatnya menyerah dan tidak mencoba lagi ditahun berikutnya.

Tahun 2014 boleh jadi menjadi kesempatan terakhir Pandu untuk mencoba mengadu nasib, bersaing dengan ribuan peserta USM lainnya demi mendapat satu kursi di kampus STAN. Belajar dari kesalahan tahun lalu, kali ini dia menyelaraskan prioritas jurusan yang dipilihnya dengan kondisi fisiknya. Akuntansi, itulah prioritas utama jurusan yang dipilih Pandu.

Usaha yang dilakukan juga tidak tanggung-tanggung, Pandu nekat berhenti dari pekerjaannya dan fokus berlatih untuk menghadapi USM STAN terutama untuk tes kesehatan. Mengatur pola makan dan berlatih lari setiap pagi dan sore sudah menjadi rutinitasnya.

Hingga pada akhirnya semua terjawab dengan diterimanya Pandu menjadi mahasiswa STAN 2014. Dia tidak pernah melupakan saat-saat itu, saat-saat dimana tangis haru ibu dan ayahnya kala mendengar pengumuman kelulusannya, saat-saat dimana Tuhan menjawab segala doa dan usahanya selama ini. Meski ia sadar bahwa perjuangan sebenarnya adalah saat sudah menempuh pendidikan disini.

Adik-adik, “Boleh jadi kamu adalah seorang pemimpi, tapi jangan lupa bangun untuk mewujudknnya. Jika kamu mencobanya, kamu punya kesempatan untuk menang walau 0,1%. Namun jika kamu melewatkannya, kamu tidak mempunyai kesempatan sama sekali untuk menang.”

Adik-adik pasti sudah tidak asing mendengar kata korupsi, seperti dalam banyak definisi yang intinya korupsi itu merupakan penyalahgunaan uang negara untuk keuntungan pribadi atau orang lain. Tapi jangan salah, korupsi disini tidak sempit hanya dalam cakupan uang tapi juga dalam berbagai cakupan misalnya waktu. Misalnya saja penggunaan waktu dinas atau bekerja untuk urusan pribadi.

Kerugian yang ditanggung Negara? Tentu tidak tanggung-tanggung. Dilansir dari kajian Laboratrium Ilmu Ekonomi UGM, nilai kerugian akibat tindak pidana korupsi di Indonesia selama tahun 2001-2015 mencapai Rp 203,9 triliun, sedangkan jumlah yang terkumpul atas denda dan sita asset hanya mencapai Rp 21,26 triliun. Nah, adik-adik pasti bisa menyimpulkan siapa yang menanggung sisa selisih kerugian negara tersebut.

Melihat dampak yang ditimbulkan cukup besar, tindakan pemberantasan seolah tidak cukup untuk mengobati penyakit yang bernama korupsi ini. Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk menunjang pemberantasan tersebut yaitu upaya pencegahan. Upaya pencegahan yang dilakukan bisa dalam berbagai bentuk seperti edukasi dan pembudayaan anti korupsi sejak dini.

Tahukah adik-adik jika budaya anti korupsi sudah ditanamkan dalam bentuk pembudayaan nilai integritas di kampus PKN STAN? Salah satu penanaman nilai integritas tampak saat adanya ujian, baik itu UTS dan UAS. Mencontek merupakan hal yang mutlak tidak diperbolehkan, dan drop out adalah sanksi yang diberikan jika ada mahasiswa yang mencontek.

Terus apa hubungannya sama korupsi kak?

Bayangkan, jika belum menjadi pegawai saja sudah berani tidak jujur, lalu bagaimana jika nanti sudah jadi pegawai dan memiliki jabatan penting? Harus berapa triliun lagi kerugian Negara yang ditanggung oleh rakyat?

Selain itu, hal tersebut tentu akan tertanam pada pemikiran dan hati tiap-tiap mahasiswa PKN STAN, bahwa jika ingin memperoleh hasil yang baik maka jalan yang dilalui juga harus baik begitu pula prosesnya. Dampaknya? Bisa adik-adik baca dibuku karangan alumni STAN “Sampai Kapan pun Kami Pilih Berintegritas”.

Dalam dunia kerja tindak korupsi bisa muncul dalam berbagai bentuk, bahkan dapat mengatasnamakan persahabatan. Tetapi, dengan penanaman nilai integritas sejak dini, bahkan korupsi yang bersembunyi dibalik kata persahabatan pun dapat dihindari.

Jika nama kampus kita sempat tercoreng karena satu dua oknum yang tidak bertanggung jawab, yang adik-adik harus tau juga bahwa ada banyak pihak bagian dari PKN STAN yang masih menjunjung tinggi nilai integritas. Berpegang teguh pada nilai-nilai kejujuran dan kebenaran walau karir taruhannya.

Jadi untuk adik-adik yang akan menjadi mahasiswa PKN STAN, yuk ikut membiasakan diri dengan nilai integritas mulai sekarang, dan mendukung Indonesia berbudaya anti korupsi!

  • Biaya Pendidikan GRATIS

Serius zaman sekarang masih ada yang gratis?! Kalau kamu engga percaya boleh deh iseng-iseng tanyain orang yang kuliah di PKN STAN. Pasti mereka bilangnya gratis. Jadi ya maaf kalo misalnya mahasiswa PKN STAN agak asing dengan istilah biaya kuliah, biaya sks, biaya ujian, biaya praktikum, sumbangan pembangunan, atau segala jenis biaya lainnya. Wong kuliahnya gratis. Paling sekadar tau tapi tidak pernah mengalami.

Kalaupun ada, itu hanya sekadar uang kegiatan mahasiswa. Yaitu uang yang dibayarkan untuk jas almamater dan kegiatan kemahasiswaan selama kamu kuliah di PKN STAN. Tapi kabar baiknya, semenjak tahun 2015 dan sampai sekarang, mahasiswa sudah dibebaskan dari uang kegiatan mahasiswa. Artinya, biaya pendidikan di PKN STAN benar-benar Rp. 0,-

Hal ini tentu bisa jadi kesempatan kamu buat meringankan beban orang tua dong. Dengan kamu melanjutkan studi di PKN STAN, orang tuamu tidak perlu memikirkan biaya-biaya terkait biaya pendidikan di PKN STAN. Anak mana sih yang enggak mau meringankan beban orang tuanya? Jadi bisa dikatakan juga kalau kamu kuliah di PKN STAN sama aja kamu meringankan beban orang tua

  • Kualitas Pendidikan yang Tinggi

Gelar ‘menjadi salah satu sekolah yang menyajikan pendidikan akuntansi terbaik di Indonesia’ tentu bukan bualan loh! Kurikulum yang digunakan di PKN STAN sudah sangat disesuaikan dengan perkembangan terbaru dunia akuntansi. Bahkan standar kurikulumnya salah satu yang terbaik dari universitas dalam negeri yang menyajikan pendidikan akuntansi, malah mungkin lebih baik karena di sini lebih terfokuskan pada keuangan negara. Ya masa sih orang-orang yang nantinya bakal menjadi punggawa keuangan negara dikasih standar pendidikannya yang ecek-ecek

Selain dari kurikulum, para pengajarnya pun andal. Mereka ada yang memang dikhususkan untuk mengajar, ada juga yang merupakan praktisi langsung. Kebayang dong perpaduan antara pendalaman ilmu dengan pengaplikasian ilmu di lapangan bakal kamu dapatkan dari para pengajar yang ada di PKN STAN.

  • Fasilitas Kampus Lengkap

Dari tadi ngomongin gratis-gratis terus, pasti pada kepikiran kualitasnya pasti pas-pasan nih, kan gratis. Maaf aja sih, PKN STAN tetap memerhatikan kualitas, termasuk dalam memberikan fasilitas kepada mahasiswanya.

Fasilitas di PKN STAN udah tergolong lengkap. Dari mulai ruang kelas yang udah full AC semua, ada proyektor, speaker, serta kursi dan mejanya pun nyaman buat dipake kuliah. PKN STAN juga punya Student Center yang bisa dipake buat acara apapun yang bisa nampung ribuan orang. Perpustakaan oke banget dengan dilengkapi free wifi. Buat yang hobi olahraga juga enggak perlu khawatir. Karena di PKN STAN juga menyediakan lapangan mini soccer, tenis, voli, dan jogging track

  • Kampus Skala Nasional = Relasi Dari Sabang sampai Merauke

Peminat PKN STAN enggak hanya orang-orang di wilayah Jabodetabek aja, melainkan dari seluruh penjuru Indonesia datang ingin menjadi mahasiswa PKN STAN. Dampaknya apa? Kita bisa kenal banyak orang dari seluruh wilayah nusantara dong! Otomatis relasi kita juga luas, mencakup seluruh wilayah di nusantara. Orang bijak pernah berkata bahwasannya orang yang kuat tanpa relasi yang luas dan kuat seringkali tidak menghasilkan apa-apa. Oleh karena itu di PKN STAN ini bisa menjadi kesempatan kamu untuk memperluas dan memperkuat relasi yang kamu punya!

  • STAN = Sekolah Tinggi Anti Nganggur!

Sebagai anak kandung dari Kementerian Keuangan, mahasiswa yang sudah lulus dari PKN STAN akan disalurkan bekerja ke dalam Kementerian Keuangan. Artinya setelah lulus kuliah kamu enggak perlu repot-repot apply CV ke perusahaan-perusahaan untuk mendapatkan pekerjaan. Karena nantinya, pekerjaanlah yang akan mencari kamu!

Khawatir dengan gaji yang diterima karena tingkat pendidikanmu baru setara D1/D3 saja? Kalau masih khawatir berarti kamu belum mendengarkan cerita dari alumni-alumni PKN STAN. Gajinya terhitung luar biasa baik. Apalagi kalau mengingat tingkat pendidikan kita yang masih D1/D3, pokoknya lebih dari cukup deh!

Lingkungan kerjanya juga enggak sembarangan. Kementerian Keuangan loh! Kementerian yang banyak menorahkan prestasi. Juga kementerian yang menjadi incaran utama saat diadakan seleksi CPNS karena tunjangannya yang gede. Maka dari itu enggak sembarangan kuliah, enggak sembarangan juga tempat kerjanya!

Nah teman-teman yang udah baca artikel ini sekarang jadi ngerti kan kenapa PKN STAN menjadi idaman banyak orang? Tentu juga teman-teman sudah paham kan kenapa harus memilih PKN STAN sebagai tempat untuk melanjutkan kuliah?