logo
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Aenean feugiat dictum lacus, ut hendrerit mi pulvinar vel. Fusce id nibh

Mobile Marketing

Pay Per Click (PPC) Management

Conversion Rate Optimization

Email Marketing

Online Presence Analysis

Fell Free To contact Us
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Aenean feugiat dictum lacus

1-677-124-44227

info@your business.com

184 Main Collins Street West Victoria 8007

pendaftaranusmstan@gmail.com

Top

USM PKN STAN

 

Sebentar lagi akan masuk Bulan April. Pendaftaran USM STAN sebentar lagi dibuka nih.. Meski pengumuman resmi mengenai persyaratan mendaftar STAN belum keluar, tapi kamu bisa mendapat bayangannya dari persyaratan di tahun-tahun lalu nih..

Pastikan kamu memenuhi kualifikasi ya..

 

  1. Lulusan SMA/sederajat tahun 2018 atau 2017 (atau tahun sebelumnya)

Lulusan SMA/sederajat diterima untuk menjadi pendaftar di STAN. Kamu bersekolah di SMK? Bisa daftar kok. Kamu lulusan pesantren? Juga bisa daftar kok.

Untuk yang sudah lulus SMA di tahun-tahun sebelumnya, kamu juga masih bisa daftar kok.

 

  1. Usia tidak lebih dari 20 tahun per 1 September 2018

Tahun berapapun kamu lulus SMA/sederajat, kamu bisa lulus kok. Tapi pastikan usia kamu nggak lebih dari 20 tahun per 1 September 2018 ini. Data yang akan dicek nantinya ialah yang tercantum di ijaahmu.

 

  1. Nilai minimal 07.00

Jika kamu calon lulusan SMA/sederajat di tahun 2018, pastikan nilai rata-rata rapor kamu dari semester 1-5 minimal 70.00 ya. Jadi dari awal sekolah, kamu udah mesti menyiapkan nilaimu juga nih. Nah, jika kamu lulusan 2017 ke atas, patokannya bukan lagi dari nilai rapor. Melainkan dari nilai rata-rata UN + UAS yang dihasilkan, minimal 70.00 agar kamu lolos administrasi.

 

  1. Berbadan sehat & bebas NAPZA

Pastikan badanmu sehat.. Penting banget. Jangan sampai kamu udah belajar, namun malah sakit ketika ujian. Maka kamu juga harus jaga kesehatan nih. Istirahat cukup, asupan yang bergiai, dan pola hidup sehat dibutuhkan. Yang terpenting, kamu juga harus bebas dari Narkotika Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA). Jauhi barang-barang terlarang yang malah merugikanmu. Kalau yang ini memang harus diwanti-wanti ya. Tanpa ikut USM STAN pun, kamu juga jangan dekat-dekat sama barang ini ya..

 

  1. Belum menikah & bersedia tidak menikah selama mengikuti pendidikan

Ada kampus yang memperbolehkan mahasiswanya untuk menikah saat menjalani pendidikan. Tapi, jika masuk STAN, kamu mesti bersabar dulu ya. Salah satu tujuannya agar mahasiswa bisa fokus dalam menjalankan pendidikan.

 

  1. Menyetor biaya pendaftaran USM PKN STAN

Biaya pendaftaran tiap tahun bisa saja berbeda. Sebagai perbandingan, pada tahun 2017, uang pendaftaran USM STAN sekitar 250.000. Di tahun ini, bisa jadi uang pendaftarannya tetap, atau malah naik.

 

  1. Sedang tidak menjadi mahasiswa STAN & tidak pernah dikeluarkan dari STAN

Nah, yang sudah tercatat menjadi mahasiswa STAN nggak diperbolehkan untuk ikut mengulang USM lagi. Yang pernah tercatat menjadi mahasiswa STAN, namun kemudian keluar pun juga disarankan untuk tidak mengikuti lagi USM STAN.

 

Nah, khusus untuk pendaftar Bea Cukai nih. Dari fisik ada beberapa persyaratan:

D-I Bea Cukai:

Pendaftar laki-laki : tinggi minimal 165 cm

Pendaftar perempuan : tinggi minimal 155 cm.

D-III Bea Cukai:  hanya laki-laki yang diperbolehkan mendaftar. Tinggi minimal 165 cm. Tidak buta warna, tidak difabel. Penggunaan kacamata maksimal 2 dioptri.

 

Nah, udah tahu kan persyaratan yang mesti dipenuhi agar kamu bisa lolos seleksi berkas. Jika kamu berminat di Bea Cukai, namun kamu ngak memenuhi kualifikasi, jangan khawatir. Masih ada beberapa jurusan lainnya yang bisa kamu pilih kok..

 

KAMU UDAH TAU KALAU PENGUMUMAN USM PKN STAN UDAH DIRILIS?

Check Info Lengkapnya DISINI!!

Politeknik Keuangan Negara STAN adalah PTK (Perguruan Tinggi Kedinasan) dibawah naungan Kementrian Keuangan ini memiliki jalur masuk kedinasan, dimana nantinya setelah lulus akan ditempatkan pada kantor Kementrian Keuangan di seluruh Indonesia. PKN STAN membuka jalur masuk untuk periode tahun ini melalui seleksi Tes Tertulis USM (Ujian Saringan Masuk), Tes Kesehatan dan Kebugaran dan TKD (Tes Kompetensi Dasar).

Berikut beberapa info yang harus kamu tahu jika ingin mendaftar di PKN STAN.

Persyaratan Pendaftaran

  1. Lulusan tahun 2016 dan sebelumnya atau calon lulusan tahun 2017 semua Sekolah Menengah Atas atau yang sederajat.
  2. Persyaratan nilai (bukan pembulatan) bagi pendaftar:
  3. Lulusan tahun 2016 atau sebelumnya memiliki nilai rata-rata pada ijazah tidak kurang dari 7,00
  4. Calon lulusan tahun 2017, memiliki nilai rata-rata rapor untuk 5 semester tidak kurang dari 7,00 dengan skala 10,00 atau 2,80 dengan skala 4,00. Dengan ketentuan dinyatakan lulus saat daftar ulang dan nilai ijazah tidak kurang dari 7,00.
  5. Usia berdasarkan tanggal lahir tidak lebih dari 20 tahun pada tanggal 1 September 2017. Untuk tahun ini hanya ada batasan usia maksimal tapi tidak ada batasan usia minimal loh..
  6. Badan sehat, bebas Napza, tidak cacat badan.
  7. Belum menikah dan bersedia tidak menikah selama mengikuti pendidikan.
  8. Menyetor biaya pendaftaran sebesar Rp 250.000,-
  9. Khusus Program Kepabenan dan Cukai ditambahkan syarat sebagai berikut:
  10. Program D1 (Tinggi badan minimal laki-laki 165cm dan Perempuan 155cm)
  11. Program D3 (Tinggi badan minimal laki-laki 165 cm dan tidak ada perempuan)
  12. Tidak cacat badan dan buta warna
  13. Untuk pengguna kaca mata/lensa kontak minus, plus, atau silindris diberikan toleransi maksimal 2 dioptri.

Cara Pendaftaran

1. Registrasi melalui portal Panselnas di http://www.panselnas.id dan memilih PKN STAN pada tanggal 9 s.d. 31 Maret 2017

2. Mengisi form pendaftaran online (e-registration) melalui situs http://www.pmb.pknstan.ac.id, pada tanggal 9 s.d. 31 Maret 2017

3. Penyetoran biaya pendaftaran

a. Setelah melakukan pendaftaran online, calon peserta akan mendapatkan kode MVA (Mandiri Virtual Account)

b. Periode pembayaran dari tanggal 10 Maret s.d. 1 April 2017

4. Pengumuman jadwal verifikasi berkas dan pengambilan Bukti Peserta Ujian (BPU) dapat dilihat melalui situs http://www.kemenkeu.go.id, http://bppk.kemenkeu.go.id, dan http://www.pknstan.ac.id pada tanggal 17 Maret 2017

5. Ketentuan verifikasi berkas dan pengambilan BPU:

a. Tidak dapat diwakilkan

b. Menyerahkan hasil cetak Bukti Pendaftaran Online (BPO)

c. Menunjukkan ijazah asli (untuk lulusan tahun 2016 atau sebelumnya) atau rapor asli (untuk calon lulusan tahun 2017)

d. Untuk calon lulusan tahun 2017 menyerahkan satu set fotokopi rapor lima semester yang telah dilegalisasi oleh Kepala Sekolah, atau menyerahkan fotokopi ijazah yang telah dilegalisasi oleh Kepala Sekolah

e. Menyerahkan bukti pembayaran

f. Menyerahkan pas foto berwarna terbaru ukuran 4 x 6 cm (berlatar merah dan berbaju putih) sebanyak 3 lembar

g. Menunjukkan bukti diri asli berfoto (Rapor/Ijazah/KTP/Pasport/SIM/SKCK) yang masih berlaku

h. Calon peserta tidak dapat mengajukan perubahan lokasi verifikasi berkas, pengambilan BPU, dan lokasi ujian

6. Tempat verifikasi berkas dan pengambilan BPU sesuai dengan tempat lokasi ujian sebagai berikut:

Jakarta                                                          Cimahi                                                Balikpapan

Banda Aceh                                                 Semarang                                            Manado

Medan                                                         Yogyakarta                                          Palu

Padang                                                         Surabaya                                             Makassar

Pekanbaru                                                  Malang                                                 Ambon

Batam                                                           Denpasar                                             Sorong

Jambi                                                            Mataram                                             Jayapura

Bengkulu                                                     Kupang

Palembang                                                 Pontianak

Bandar Lampung                                      Banjarmasin

7. Panduan pendaftaran secara lengkap dapat dilihat pada situs http://www.kemenkeu.go.id, http://www.bppk.kemenkeu.go.id, dan http://www.pknstan.ac.id

Pelaksanaan Ujian

  1. Ujian terdiri dari:
  2. Tes Tertulis (Tes Potensi Akademik dan Tes Bahasa Inggris) tanggal 16 April 2017 di lokasi tersebut diatas.
  3. Tes Kesehatan dan Kebugaran tanggal 8 s.d. 13 Mei 2017 di lokasi sebagai berikut:

Jakarta                                                          Cimahi                                                  Malang

Medan                                                         Semarang                                            Denpasar

Pekanbaru                                                  Yogyakarta                                          Makassar

Palembang                                                 Surabaya

  1. Tes Kemampuan Dasar tanggal 5 s.d. 9 Juni 2017 di lokasi yang sama dengan Tes Kesehatan dan Kebugaran.
  2. Ujian menggunakan sistem gugur pada setiap tahapnya
  3. Tes Tertulis dilaksanakan secara serentak di seluruh lokasi ujian mulai jam 08.00 WIB / 09.00 WITA / 10.00 WIT
  4. Pada saat ujian, peserta wajib membawa:
  5. Bukti Peserta Ujian (BPU)
  6. Identitas diri asli berpoto yang masih berlaku (identitas diri sesuai pada saat verifikasi berkas)
  7. Pensil 2B, penghapus, ballpoint, dan perlengkapan ujian yang diperlukan
  8. Peserta ujian yang tidak hadir dan/atau tidak mampu menempuh ujian dengan alasan apapun pada waktu, hari, tanggal, dan tempat yang telah ditentukan dinyatakan gugur.

Pengumuman Hasil Ujian

  1. Hasil ujian akan diumumkan sebagai berikut
  2. Tes Tertulis tanggal 3 Mei 2017
  3. Tes Kesehatan dan Kebugaran tanggal 24 Mei 2017
  4. Tes Kompetensi Dasar 16 Juni 2017
  5. Pengumuman hasil tes dapat dilihat pada situs http://www.kemenkeu.go.id, http://www.bppk.kemenkeu.go.id, dan http://www.pknstan.ac.id

Untuk informasi lengkap mengenai Pengumuman Ujian Saringan Masuk PKN STAN dapat dilihat di https://www.kemenkeu.go.id/sites/default/files/peng-1-pp-2017%20pengumuman%20pmb%20prodip%20di,%20diii,%20div,%20pkn%20stan%20tahun%202017%20cap.pdf.

Semoga informasi mengenai Pendaftaran PKN STAN ini bisa memberikan manfaat bagi anda terutama yang ingin ikut seleksi PKN STAN. Admin doakan semoga LULUS PKN STAN tahun ini. Amiin. 🙂

Hai Pejuang STAN…

USM PKN STAN merupakana satu-satunya cara bagi kamu lulusan SMA sederajat yang ingin tercatat sebagai mahasiswa kampus kedinasan yang keren banget ini. Kamu udah tahu dong, kalau USM terdiri dari 3 tahapan tes, yaitu tes tertulis, tes kesehatan kebugaran (TKK), dan tes kemampuan darsar (TKD).

Nah, kali ini akan dibahas, gimana sih persiapan dan tips trik agar lulus TKK yang berada di tahapan kedua yang mesti kamu tahu. Nggak cuma sekedar tahu, yang paling penting kamu juga mesti mengaplikasikannya yah.. By the way, kamu udah tahu belum bagaimana prosedur TKK?

Jadi, kesehatan kamu akan dicek terlebih dahulu, seperti tinggi badan, berat badan, dan lainnya. Setelah cek kesehatan, maka kamu harus melewati tes kebugaran. Terdiri dari lari selama 12 menit, diharapkan kamu bisa mencapai 2,5 km. Selain itu juga ada shuttle run nih…

Nah, siap menerima tips dan trik untuk TKK? Baca sampai habis ya… Tips Nomor 7 nggak disangka-sangka.

  1. Hilangkan perasaan menganggap remeh TKK

Sebagian peserta tes di tahun-tahun sebelumnya, ada yang menganggap remeh tes kesehatan kebugaran ini. Hmm, jangan anggap remeh ya. Dari pengalaman, meskipun rajin olahraga sebelumnya, nggak jadi jaminan untuk lulus tes tahap 2 ini. Nah, yang udah rajin olahraga aja begitu, apalagi yang jarang olahraga. Jadi, anggap semua tahapan tes penting ya, agar porsi kamu memperjuangkannya sama-sama optimal.

  1. Latihan dari jauh-jauh hari

Banyak yang melakukan persiapan tes tertulis dengan belajar dan latihan soal dari jauh-jauh hari. Namun, juga banyak yang malas untuk latihan fisik persiapan TKK dari awal. Sebagian malah menunggu pengumuman kelulusan tes tahap 1 terlebih dahulu. Jika nama kamu tercantum di pengumuman kelulusan, barulah mulai latihan fisik. Wah, jangan sampai seperti itu ya.. Bahaya nih… Kamu mesti cari aman dengan latihan dari jauh-jauh hari. Jika kamu paksakan berlatih di wkatu mepet, takutnya ketika tes, kamu malah nggak bisa mencapai target yang ditentukan. Eits, pemanasan jangan lupa ya…

Cara latihannya, setiap minggu, kamu wajib banget lari sejauh 5 km yang itu kamu cicil bebas dalam 7 hari. Yang penting rutin. Contohnya gini, di hari ke-1 kamu lari 1 km, di hari ke-2 kamu lari 2 km, sampai hari ke-7, artinya dalam seminggu kamu sudah lari sejauh 7 km, maka target kamu tercapai!

  1. Gunakan aplikasi yang mendukung untuk latihan

Dunia makin canggih nih. Makin banyak juga aplikasi yang bisa membantu kamu saat latihan fisik untuk mengetahui data-data yang diperlukan. Seperti jumlah kalori yang terbakar, termasuk jumlah km lintasan yang telah kamu lalui. Contohnya, kamu bisa menggunakan aplikasi endomondo, run, nike+run, runtastic, dan banyak lainnya.

  1. Latihan yang konsisten

Konsisten itu perlu. Ibaratnya, saat kamu pertama kali latihan, kamu mulai dari 0. Di latihan berikutnya, kamu mulai dari 3. Begitu seterusnya. Jika tak konsisten, di latihan selanjutnya, kamu sepert memulai kembali dari 0 nih. Sebaliknya, kamu akan mengalami kemajuan dan akselerasi jika konsisten latihan.

  1. Jangan terlalu memaksakan tubuh

Saat latihan, jika kamu sudah benar-benar lelah, jangan paksakan tubuhmu. Jangan sampai kamu malah nggak bisa lari ketika hari H TKK berlangsung.

  1. Kecepatan konsisten

Nah, ini tips saat kamu berjuang di TKK nih. Saat berlari, jangan sampai kamu berhenti ya. Begitu kamu berhenti berlari, kamu akan dinyatakan gugur. Usahakan agar kecepatan larimu konsisten, meski memang tak terlalu cepat juga dari awal.

  1. Wajah jangan terlihat lelah

Ini tips lanjutannya nih. Saat TKK, usahakan wajahmu tak terlihat lelah, kamu harus terlihat bahagia dan tunjukin kalau kamu kuat! Karena kebugaranmu kan yang dinilai.

 

Sudah dapat tips dan triknya kan… Semoga 7 tips di atas bisa membuatmu berhasil saat melalui tes tahap 2 USM PKN STAN, alias Tes Kesehatan Kebugaran ya…

Jangan lelah duluan, jangan menyerah duluan. Karena kesuksesan sudah di depan matamu… Kami tunggu kamu di PKN STAN di tahun ini ya.

Ini dia tes pamungkas, Tes Kompetensi Dasar (TKD) yang merupakan tahap akhir yang perlu kamu lalui di Ujian Saringan Masuk (USM) PKN STAN, dan mengantarkan kamu ke gerbang kampus ini sebagai mahasiswanya.

Apa aja sih yang mesti kamu ketahui tentang TKD, sehingga baik sebelum dan saat ujian, kamu bisa lebih prepare lagi. Nah, siap dapat informasi? Kuy disimak..

  1. Berbasis Computer Assisted Cat (CAT) atau berbasis komputer

Jadi nantinya saat ujian, kamu nggak perlu membulat-bulatkan LJK. Begitu waktu ujian habis, kamu pun sudah bisa langsung melihat hasil nilaimu. Cepat kan… Namun untuk hasil apakah kamu lulus menjadi mahasiswa STAN atau tidak, butuh waktu dulu, karena diranking dengan nilai peserta tes sebelumnya.

  1. Pilihan berganda

Bentuk soal yang diujiankan ialah soal objektif. Akan terdapat 5 pilihan (A, B, C, D, E). Hingga jika kalian tidak tahu jawaban yang pasti, maka kalian bisa memilih yang menurut kalian paling tepat. Namun jika benar-benar nggak ada bayangan apa jawabannya, lebih baik kamu skip saja, karena ada sistem minusnya.

  1. Materi ujian: Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)

Di sini, pengetahuan kamu tentang 4 pilar kebangsaan akan diuji. Apa saja ke empat pilar tersebut?

  • Pancasila
  • Undang-Undang Dasar 1945
  • Bhineka Tunggal Ika
  • Negara Kesatuan Republik Indonesia (Sistem tata negara Indonesia, baik pemerinthan pusat mupun daerah, sejarah perjuangan, sepak terjang Indonesia di dunia internasional, kemampuan bahasa Indonesia)

Banyak peserta tes yang nggak mencapai nilai mati / passing grade di bagian ini. So, siapkan dengan benar ya..

  1. Materi Ujian : Tes Intelegensi Umum (TIU)

TIU ini nggak beda jauh dengan TPA saat tes tertulis tahap 1. Yang diujikan antara lain:

Kemampuan verbal, kemampuan numerik, kemampuan berpikir logis, kemampuan berpikir analitis.

  1. Materi Ujian: Tes Karakteristik Pribadi (TKP)

Nah, di jenis soal ini, terdapat beberapa sikap yang akan diujikan dari pertanyaan-pertanyaan yang nantinya diujikan.

Sikap yang diuji antara lain:

  • Integritas
  • Kreativitas
  • Inisiatif
  • semangat berprestasi
  • kemampuan adaptasi
  • kemampuan mengendalikan diri
  • kemauan dan kemampuan belajar berkelanjutan
  • orientasi pelayanan
  • orientasi pada orang lain
  • kemampuan menggerakkan dan mengkoordinir orang lain
  • kemampuan bekerjsama dalam kelompok
  • kemampuan bekerja mandiri dan tuntas
  • kemampuan bekerja sama dalam kelompok
  1. Passing Grade atau nilai mati yang mesti dicapai

Tentang Passing Grade, sudah diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) No. 29 tahun 2016.

Berikut ketentuan passing grade untuk TKD:

  • TWK, soal berjumlah 35. Nilai penuh akan mendapat poin 175 dengan passing grade yang harus dicapai minimal 72%.
  • TIU, soal berjumlah 30. Nilai penuh akan mendapat poin 150. Sedangkan passing grade yang harus dicapai yaitu 50%
  • TKP, sama dengan TWK. Soal berjumlah 35. Jika mendapat nilai penuh, maka kamu punya 175. Untuk nilai mati atau passing grade 72%
  1. Merupakan Tes Pamungkas

TKD merupakan tahap terakhir yang mesti dilakukan dalam rangkaian USM PKN STAN. Jika kamu lulus tahap ini, maka kamu akan segera menjadi STANer.

Namun seperti yang disebutkan di atas, setelah lulus passing grade, nilai kamu akan diranking. Jika nilaimu tinggi, maka kamu berpotensi untuk lolos di pilihan program pertama yang kamu pilih. Namun tetap tenang guys, jika nggak lolos di program pertama, kamu bisa dialihkan ke program pilihan keduamu. Begitu seterusnya.

 

Nah, sudah tahu tentang hal-hal yang mesti kamu tahu tentang TKD kan Infiniters?

Persiapkan diri banget untuk tes ini ya.. Karena dirimu menjadi STANer tinggal selangkah lagi..

 

Lebihkan usahamu, lebihkan doamu. – Anonim

Halo Pejuang STAN!

Kamu sudah tahu tiga tahapan USM PKN STAN kan? Yang pertama Tes Tertulis (TPA dan TBI), selanjutnya Tes Kesehatan Kebugaran (TKK), dan yang ketiga nih, tes pamungkas, tes terakhir yang bakal menentukan apakah kamu akan jadi mahasiswa STAN atau nggak, yaitu Tes Kompetensi Dasar (TKD).

Di tahun-tahun sebelumnya banyak yang mengeluhkan bahwa banyak yang gagal di tahap ini. Sebenarnya sama aja dengan tes tahap 1 dan 2 kok. Sama-sama harus diperhatikan, sama-sama harus aware. Bedanya, jika di tes sebelumnya kamu hanya perlu untuk melewati nilai mati, kali ini kamu juga harus mengejar poin. Kenapa? Karena merupakan tes terakhir, nilaimu akan diranking dengan pejuang STAN yang lainnya. Nilai-nilai yang terbaik, itulah yang akan mengisi kuota penerimaan mahasiswa baru di STAN.

Nah, maka kamu perlu persiapkan banget nih untuk TKD. Wawasan sejarah dan wawasan kebangsaan kamu diuji di tes ini. Yuk lihat kisi-kisi materi TKD yang bisa kamu pelajari…

  1. Sejarah Kerajaan

Kamu suka cerita, baca novel, dan dongeng? Ibaratnya saat baca materi sejarah itu, kamu sedang membaca sebuah novel dengan cerita yang menarik di dalamnya. Apalagi sejarah kerajaan-kerajaan di Indonesia yang akan keluar di TKD USM STAN nantinya. Mainkan saja imajinasimu saat mempelajari Kerajaan Hindu Budha dan Kerajaan Islam yang ada di Nusantara ya…

  1. Sejarah Indonesia

Nah, sebagai warga negara Indonesia, dan sebagai calon punggawa keuangan negara, wajib tahu sejarah negerinya sendiri dong. Sejarah Indonesia menjadi materi yang diujikan di TKD. Seperti sejarah perjuangan baik sebelum maupun setelah kemerdekaan, lalu ada juga perjanjian dan konferensi dengan negara lain, hubungan Indonesia dengan negara lain, serta kejadian-kejadian pasca kemerdekaan lainnya. Seperti zaman orde baru dan reformasi.

  1. Sejarah Perang Dunia

Masa-masa kemerdekaan Indonesia tak jauh-jauh dengan sejarah perang dunia. Malah berkesinambungan. Di materi sejarah, kamu perlu mempelajari tentang kejadian, tokoh-tokoh, dan tanggal-tanggal penting ya.. Seperti pihak-pihak yang terlibat, alasan terjadinya perang dunia, dan lain sebagainya.

  1. Undang-Undang

Pasal-pasal akan keluar di materi ini. Kamu bisa mempelajari poin-poin pentingnya saja. Namun ada soal yang juga memberikan bunyi pasal, dan kamu diminta untuk mengetahui pasal nomor berapa dari yang diajukan.

  1. Pancasila

Nah, yang namanya orang Indonesia jangan sampai nggak hafal Pancasila ya guys.. Ketahui juga lambang per sila dan contoh aplikasi dari tiap sila ya.. Ini berguna banget buat menjalani hidup juga lhoo…

  1. Lembaga Pemerintahan

Lembaga seperti MPR, DPR, fungsi dan tugasnya perlu kamu cari tahu nih… Jangan lupa untuk cari tahu lembaga yang menanungi bakal calon kampus kamu ya guys. Apapalgi kalau bukan kementerian Keuangan..

 

Nah, udah tahu kan kisi-kisi TKD yang akan diujiankan di USM PKN STAN. Pelajari ya Infiniters… Semakin dekat dengan STAN. Tinggal selangkah lagi. Jangan dianggap beban ya.. Maka, agar kamu tahu pola soal seperti apa yang muncuk ketika ujian, kamu juga penting banget untuk latihan soal. Sambil belajar, juga mengasah otakmu..

 

Kamu lagi berproses nih, ibarat kata-kata bijak berikut ini,

Setiap orang yang mencoba mencapai hal besar, tanpa mereka sadari bahwa hidup adalah kumpulan dari hal-hal kecil. Connecting the dots. Hubungkan titik-titik untuk menggambar garis di hidupmu.

Halo Pejuang STAN..

Suah tahu kan, bahwa sebelum mengikuti Ujian Saringan Masuk (USM) PKN STAN, kamu harus melalui seleksi administrasi atau seleksi berkas terlebih dahulu. Pastikan kamu memenuhi kualifikasi dan syarat pendaftaran ya. Jika sudah memenuhi kualifikasi, ini dia berbagai hal yang mesti kamu persiapkan saat verifikasi berkas.

Kuy, disimak..

Sebelum verifikasi berkas

  1. Pastikan kamu sudah menyelesaikan proses e-registrasi dan sudah mengunci akun kamu, serta mencetak Bukti Pendaftaran Online (BPO) ya Gaes
  2. Melakukan pembayaran pada waktu periode pembayaran yang telah ditentukan

 

Nah, jika kamu sudah melakukan dua hal di atas, kamu berhak untuk melakukan verifikasi berkas dan melakukan pengambilan Bukti Peserta Ujian (BPU). Biasanya, pada tahun-tahun sebelumnya, verifikasi berkas dan pengambilan BPU ini dilaksanakan dari pukul 08.00 hingga 17.00.

 

Saat verifikasi berkas dan mengambil BPU

Kamu wajib:

  1. Melakukan verifisikasi dan pengambilan BPU sendiri.

Tidak dapat diwakilkan atau diminta titip pada teman atau keluarga. Lokasi verifikasi ditentukan dan disesuaikan dengan lokasi ujian yang telah kamu pilih sebelumnya di e-registrasi.

  1. Menunjukkan dokumen-dokumen

Nah, ada dokumen yang mesti kamu siapkan dan bawa untuk diperlihatkan ke panitia nih, antara lain:

  • Bukti diri asli berfoto yang masih berlaku (KTP/SIM/SKCK/Rapor/Ijazah)
  • Ijazah asli (jika kamu lulusan sebelum 2018) / rapor asli (jika kamu lulusan 2018)
  • Bukti pembayaran uang pendaftaran
  1. Menyerahkan dokumen-dokumen

Selain ada dokumen yang sekedar diperlihatkan pada panitia, juga ada dokumen yang mesti diserahkan. Apa saja sih?

  • BPO yang telah ditanda tangani dan bermaterai.

Di halaman belakang BPO, difotokopi ijazah, halaman depan ijazah (bagi lulusan sebelum tahun 2018) atau halaman identitas rapor (bagi calon lulusan 2018)

  • Pas foto terbaru (mengenakan kemeja putih, tanpa kacamata, latar merah) ukuran 4×6 sebanyak 3 buah.

 

Hal penting lainnya:

  1. Ketentuan Pakaian

Pakaian yang dikenakan saat verifikasi berkas ialah kemeja dan celana panjang bahan kain (bagi pria) atau kemeja dan rok bahan kain (bagi wanita), plus sepatu tertutup.

  1. Jadwal verifikasi

Kamu mesti cek dengan cermat jam dan hari yang ditentukan untuk kamu melakukan verifikasi berkas.

Kecuali jika memang ada hal yang tak bisa dihindari. Misalnya pada tahun lalu  nih, ada yang jadwal verif berkasnya bersamaan dengan jadwal Ujian Sekolah Berstandar Nasional (UASBN). Nah, untuk kasus itu, peserta diberikan keringanan sehingga dapat verif di hari lain. Namun mesti sabar hingga semua peserta lainnya sudah dilayani.

 

Nah, saat verifikasi berkas ini, kamu mesti cek kembali datamu ada data yang tidak sesuai ditemukan oleh panitia, maka panitia berhak untuk tidak memberikan Bukti Peserta Ujian sehingga yang bersangkutan tidak bisa mengikuti tahapan selanjutnya.

Jadi sekarang sudah tahu kan hal-hal yang mesti kamu lakukan dan persiapkan saat verifikasi berkas nanti? Persiapkan dengan baik ya. Jangan sampai ada berkas yang ketinggalan, apalagi bagi yang rumahnya di luar kota. Wah, bisa repot jika di hari H verif berkas kamu malah kelabakan karena ada berkas yang tertinggal.

So, semangat berjuang untuk STAN ya Infiniters..

Jika Kamu tidak mengejar apa yang Kamu inginkan, maka Kamu tidak akan mendapatkannya. Jika Kamu tidak melangkah maju, Kamu akan terus berada di tempat yang sama.” – Nora Roberts.

Hai hai Pejuang STAN…

Ujian Saringan Masuk (USM) PKN STAN makin dekat nih. Sudahkah kamu tahu tentang tes yang mesti kamu lalui? Jadi ada 3 tahapan nih.. Apa aja sih?

Eits, tapi sebelumnya kamu mesti lulus seleksi berkas atau seleksi admintrasi dulu ya.. Pastikan dirimu masih bisa mendaftar. Salah satu contohnya nih, usia kamu mesti di bawah 20 tahun per 1 September tahun ini. Kamu juga merupakan lulusan SMA/sederajat.

Seleksi berkas juga mesti teliti ya.. Sering banget, calon peserta USM mesti balik lagi ke rumahnya untuk menjemput berkas yang tak dibawa. Biasanya karena lupa, tertinggal, ataupun karena yang bersangkutan tidak tahu karena kurang teliti saat melihat pengumuman persayaratan berkas. Selain itu, untuk seleksi berkas ini, nggak di semua kota dilaksanakan Infiniters, hanya di kota-kota tertentu saja.

Setelah kamu lulus seleksi adminitrasi dan seleksi berkas, barulah kamu bisa menjalani tes tahap 1 USM PKN STAN.. Berikut tahapan-tahapan yang mesti kamu lalui di USM PKN STAN. Yuk dicek dulu…

  1. Tes Tertulis

Ini tahapan pertama yang kamu lalui setelah kamu melalui seleksi administrasi berkas. Tes tertulis USM PKN STAN memang berbeda dengan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Jika di SBMPTN soal yang keluar berasal dari bebrapa materi pelajaran. Misalnya kamu menyasar jurusan sains dan teknologi di PTN, maka yang diujiankan ialah soal-soal Kimia, Fisika, Biologi, Matematika IPA. Jika kamu menyasar jurusan sosial dan hukum, maka yang diujiankan pun Ekonomi, Sosiologi, Geografi, serta Sejarah.

Nah, di USM PKN STAN, yang diujikan di tes tahap 1 ini terdiri dari Tes Potensi Akademik (TPA) dan Tes Bahasa Inggris (TBI). Lebih universal kan? Mesti kesannya lebih gampang dari SBMPTN, namun soal-soal yang keluar juga menguji kemampuan nih. Maka kamu perlu persiapan dari jauh-jauh hari. Baik itu latihan soal, belajar mandiri, ataupun mengikuti bimbingan belajar khusus PKN STAN.

  1. Tes Kesehatan dan Kebugaran

Jika kamu lulus tes tahap 1, maka tahap selanjutnya ialah Tes Kesehatan dan Kebugaran. Di sini, kesehatan dan fisik kamu akan dicek. Seperti tinggi badan, berat badan, kesehatan mata, dan lainnya. Untuk tinggi badan, jurusan tertentu memang mensyaratkan tinggi minimal agar bagi mahasiswanya.

Setelah kesehatan kamu dicek, selanjutnya kebugaran kamu yang dinilai nih. Ada dua jenis tes untuk itu. Yang pertama, kamu akan diminta berlari selama 12 menit. Idealnya dalam waktu sekian, kamu bisa melewati jarak 2,5 km atau sekitar 6 kali keliling lapangan bola. Jangan sampai berhenti ketika kamu kelelahan, karena nantinya kamu malah langsung terhitung gagal. Setelah tes lari, kamu akan tes shuttle run. Yaitu lari zig-zag angka delapan, dengan beberapa penghalang yang diletakkan berselingan. Hal ini juga sering dilakukan pemain bola saat sesi latihan.

  1. Tes Kemampuan Dasar

Nah, ini tahap terakhir sekaligus tahap pamungkas dari rangakaian USM PKN STAN. Jika kamu lulus, maka 99% bisa dipastikan kamu akan segera menjadi STANer. Materinya terdiri dari sejarah, wawasan kebangsaan, kenegaraan, serta Tes Kemampuan Psikologi (TKP).

 

Udah tahu kan tahapan-tahapan USM… Tiap-tiap tahapannya ada strategi berbeda yang mesti kamu terapkan, sesuai dengan porsi-porsinya. Persiapkan semaunya dengan seksama ya. Jangan sampai meremehkan salah satu tahapan, hal itu biasanaya malah membuatmu gagal di tahapan tes tersebut.

“Dengan semangat, kamu pasti bisa. Maka bersemangatlah di dalam hatimu.” – Anonim